Senin, 30 Juli 2018

Waktu melaju dan Kamu yang berlalu

 
                Di malam hari menjelang pagi, selesai sholat tahajud aku duduk diatas meja kerja, dengan tumpukan map yang sedikit berantakan. Aku termenung teringat bayangan
masa lalu. Pagi itu hari pertama masuk sekolah Menengah Atas Negeri, semua siswa mengikuti upacara bendera dengan khidmat hingga upacara selesai. Siswa/siswi kelas 11
dan 12 dibubarkan, kecuali kami siswa kelas 10, masih tetap berkumpul dilapang untuk mengikuti intruksi agar MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) berjalan dengan lancar. Tiba - tiba ada suara gaduh dari belakang, ternyata ada siswi yang pingsan, orang - orang ditempat itu kebingungan tidak tahu bagaimana cara mengatasi hal tersebut, mengingat tubuh siswi tersebut yang sehat tidak ada berani yang mengangkat. Siswa lain memberi saran untuk memanggilkan PMR, tapi dengan santainya kamu datang untuk menolong dan menyadarkan siswi itu, tak lama kemudian anggota PMR datang untuk mengevakuasi.


             Seminggu berlalu masa MPLS pun telas usai. Siswa /Siswi kelas 10 mengikuti pembelajaran seperti biasanya, hari ini aku kembali melihat kamu yang sedang mengikuti ekstrakulukuler PMR (Palang Merah Remaja). Tak terasa satu tahun berlalu,kini kita berstatus kelas 11. Aku masih memperhatikan mu, aku tahu kamu mempunyai kebiasaan sholat dhuha dan sholat dzuhur di sekolah, kadang aku juga suka melihat mu sholat ashar jika ada kegiatan yang membutuhkan ekstrakulikuler PMR. Oh ya, jika kamu ingin tahu aku juga aktif disalah satu organisasi yang menyita banyak waktu, tetapi tidak melupakan tanggug jawabku sebagai seorang pelajar.

           Aku juga baru tahu namamu, karena ulah temamku yang menggangu temanmu. Temanku itu memang usil, dia menarik kursi temanmu Aisya yang akan duduk hingga ia terjungkal ke lantai, temanku Firdau tertawa terbahak bahak melihatnya. Aisya mengomel dan mengejar Firdaus sambil berkata, “ Firdaussssss nama kamu aja firdaus tapi kelakuan JAHANNAM.” Tiba-tiba kamu kamu muncul dan bertanya kepadaku tentang apa yang
terjadi,aku menjawab seadanya, dan kamu mengulurkan tangan dan berkata "Namaku Salma" sambil tersenyum, aku membalas uluran tanganmu dan berkata "Kahfi" sedingin mungkin untuk menetralisir detak jantung yang bekerja dua kali lebih cepat.

          Waktu berlalu tak terasa kini kita sudah menginjak kelas 12 dan aku masih memperhatikanmu. Aku ingat kemarin ada anggota ekstrakulikuler lain yang mendebat ekstrakulikuler PMR dia berkta bahwa ekstrakulikuler PMR tidak berguna tidak dianggap tidak terkenal dan tidak se-eksis ekstrakulikuler dia. Kamu dengan bijak berkata bahwa tak apa kita tak seperti kalian yang penting kita disini karena rasa kemanusiaan, kamu juga mengucapkan terima kasih karena dia telah memperhatikan ekstrakulikuler mu dengan teliti. Aku kagum dengan caramu menanggapinya,aku juga kagum dengan keseharianmu yang selalu menolong orang lain tanpa pamrih dan demi kemanusiaan, "Memanusiakan Manusia" itu prinsipnmu.

             Ujian Nasional telah berlalu semua siswa/siswi kelas 12 mempersiapkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi yang mereka cita citakan. Aku dan Kamu pun sama sama sibuk, dan ketika pengumuman aku baru tahu kamu memilih PTN yang ada di Yogyakarta dengan Fakultas yang bidangnya kamu cintai dari dulu. Mungkin menurutku sampai disini kisah kita, karena arah mu dan arah ku berlawanan. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mengagumi mu dan menyukaimu dari dulu. Aku mencintaimu dalam diam dengan perasaan yang selalu terpendam, mencintaimu dalam diam adalah pilihanku karena aku, ingin cukup Allah saja yang tahu.

           Adzan shubuh berkumandang, menyadarkan ku dalam lamunan masa lalu. Segera ku ambil wudhu dan bergegas pergi ke masjid, dalam doa ku masih setia menyebut namamu agar kelak kamu yang Tuhan takdirkan untukku dan kamulah yang menjadi pelengkap tulang rusuk dan penyempurna imanku. 

-YourSecretAdmirer-