Waktu melaju dan Kamu yang berlalu
Di malam hari menjelang pagi, selesai
sholat tahajud aku duduk diatas meja kerja, dengan tumpukan map yang
sedikit berantakan. Aku termenung teringat bayangan
Seminggu berlalu masa MPLS pun telas
usai. Siswa /Siswi kelas 10 mengikuti pembelajaran seperti
biasanya, hari ini aku kembali melihat kamu yang sedang mengikuti
ekstrakulukuler PMR (Palang Merah Remaja). Tak terasa satu tahun
berlalu,kini kita berstatus kelas 11. Aku masih memperhatikan mu, aku
tahu kamu mempunyai kebiasaan sholat dhuha dan sholat dzuhur di
sekolah, kadang aku juga suka melihat mu sholat ashar jika ada
kegiatan yang membutuhkan ekstrakulikuler PMR. Oh ya, jika kamu ingin
tahu aku juga aktif disalah satu organisasi yang menyita banyak
waktu, tetapi tidak melupakan tanggug jawabku sebagai seorang pelajar.
Aku juga baru tahu namamu, karena ulah
temamku yang menggangu temanmu. Temanku itu memang usil, dia menarik
kursi temanmu Aisya yang akan duduk hingga ia terjungkal ke
lantai, temanku Firdau tertawa terbahak bahak melihatnya. Aisya
mengomel dan mengejar Firdaus sambil berkata, “ Firdaussssss nama
kamu aja firdaus tapi kelakuan JAHANNAM.” Tiba-tiba kamu kamu
muncul dan bertanya kepadaku tentang apa yang
terjadi,aku menjawab
seadanya, dan kamu mengulurkan tangan dan berkata "Namaku Salma" sambil
tersenyum, aku membalas uluran tanganmu dan berkata "Kahfi" sedingin
mungkin untuk menetralisir detak jantung yang bekerja dua kali lebih
cepat.
Waktu berlalu tak terasa kini kita
sudah menginjak kelas 12 dan aku masih memperhatikanmu. Aku ingat
kemarin ada anggota ekstrakulikuler lain yang mendebat
ekstrakulikuler PMR dia berkta bahwa ekstrakulikuler PMR tidak
berguna tidak dianggap tidak terkenal dan tidak se-eksis
ekstrakulikuler dia. Kamu dengan bijak berkata bahwa tak apa kita tak
seperti kalian yang penting kita disini karena rasa kemanusiaan, kamu
juga mengucapkan terima kasih karena dia telah memperhatikan
ekstrakulikuler mu dengan teliti. Aku kagum dengan caramu
menanggapinya,aku juga kagum dengan keseharianmu yang selalu menolong
orang lain tanpa pamrih dan demi kemanusiaan, "Memanusiakan Manusia" itu
prinsipnmu.
Ujian Nasional telah berlalu semua
siswa/siswi kelas 12 mempersiapkan diri untuk masuk ke Perguruan
Tinggi yang mereka cita citakan. Aku dan Kamu pun sama sama sibuk, dan
ketika pengumuman aku baru tahu kamu memilih PTN yang ada di
Yogyakarta dengan Fakultas yang bidangnya kamu cintai dari
dulu. Mungkin menurutku sampai disini kisah kita, karena arah mu dan
arah ku berlawanan. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mengagumi mu
dan menyukaimu dari dulu. Aku mencintaimu dalam diam dengan perasaan
yang selalu terpendam, mencintaimu dalam diam adalah pilihanku karena
aku, ingin cukup Allah saja yang tahu.
Adzan shubuh berkumandang, menyadarkan
ku dalam lamunan masa lalu. Segera ku ambil wudhu dan bergegas pergi
ke masjid, dalam doa ku masih setia menyebut namamu agar kelak kamu
yang Tuhan takdirkan untukku dan kamulah yang menjadi pelengkap
tulang rusuk dan penyempurna imanku.
-YourSecretAdmirer-

